Jumat, 30 September 2011

Sistem filsafat dan konstribusinya terhadap dunia pendidikan


A.    SISTEM FILSAFAT
1.    Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Sistem adalah bagian dari pada keseluruhan yang saling mempengaruhi satu sama lain menurut waktu yang sudah ditentukan untuk mencapai cita-cita dan tujuan bersama. Dan filsafat adalah ilmu yang mencari dan mempelajari tentang hakikat (Metafisika), ditinjau dari prespektif filsafat dapat dikelompokkan menjadi dua macam :
-          Pertama filsafat sebagai hasil perenungan/kontemplasi (produk) yang mencangkup pengertian:
·      Filsafat sebagai jenis pengetahuan ilmu, konsep, pemikiran-pemikiran dari para filsuf pada jaman dulu yang pada lazimnya merupakan suatu aliran atau sistem filsafat tertentu, misalnya rasionalisme, materialisme, pragmatisme dll.
·      Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi manusia sebagai hasil dari berfilsafat, jadi manusia mencari suatu kebenaran yang timbul dari persoalan yang bersumber pada akal manusia.
-          Kedua filsafat sebagai suatu proses yang berbentuk sebagai aktifitas berfilsafat sekaligus proses pemecahan masalah (problem sorving) dengan menggunakan berbagai metode tertentu sesuai dengan objeknya.
Adapun cabang-cabang filsafat adalah sebagai berikut :
a.       Metafisika adalah mempelajari hal-hal yang ada dibalik alam fisik/indrawi (riil), yang meliputi bidang-bidang : ontologi, kosmologi, antropologi dan teologi.
b.      Epistimologi adalah mempelajari tentang hakikat pengetahuan
c.       Logika adalah mempelajari tentang hakikat-hakikat berfikir, yakni axioma, dalil dan rumusan berfikir (thinking) dan bernalar (reasoning)
d.      Etika adalah mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan moralitas dan tingkah laku manusian.
e.       Estetika adalah mempelajari tentang hal-hal yang berhubungan dengan yang indah (estetik) dan yang mempunyai nilai seni (artistik)
f.       Methodologi adalah mempelajari tentang hal-hal yang berhubungan dengan suatu metode, di antaranya metode deduksi, induksi, analisa, dan sintesa.
Berdasarkan cabang-cabang filsafat inilah maka pancasila dapat dikatakan sebagai sistem filsafat karena didalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan (theologi), nilai manusia (antropologi), nilai kesatuan (metafisika), kerakyatan (hakikat demokrasi), dan hakikat keadilan.

B.     KONSTRIBUSI FILSAFAT TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN ISLAM
Filsafat pendidikan merupakan teori yang mendasari alam pikiran tentang dunia pendidikan atau suatu kegiatan pendidikan. Dalam masyarakat apapun dari zaman dahulu sampai zaman sekarang, pendidikan itu dipersepsi sebagai sesuatu yang mulia.
Antara filsafat dan pendidikan terdapat hubungan horisontal, meluas kesamping yaitu hubungan antara cabang disiplin ilmu yang satu dengan yang lain yang berbeda-beda, sehingga merupakan synthesa yang merupakan terapan ilmu pada bidang kehidupan yaitu ilmu filsafat pada penyesuaian problema-problema pendidikan dan pengajaran. Filsafat pendidikan dengan demikian merupakan pola-pola pemikiran atau pendekatan filosofis terhadap permasalahan bidang pendidikan dan pengajaran.
Kontribusi atau sumbangan filsafat pendidikan sebagai landasan pendidikan dan membentuk manusia seutuhnya yakni:
1.      Memberikan inspirasi untuk menyatakan tujuan pendidikan bagi masyarakat.
2.      Memberi arah yang jelas dan tepat dalam mengajukan pertanyaan tentang kebijakan pendidikan dan praktek dilapangan dengan rambu-rambu dan teori pendidikan.
3.      Memberi arah agar guru menguasai konsep yang akan dikaji serta paedagogi atau ilmu dan seni mengajar materi subjek terkait agar tidak terjadi salah konsep atau miskonsepsi pada diri peserta didik.
Konstribusi filsafat pancasila sebagai landasan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk manusia seutuhnya yakni :
1.      Pendekatan secara ontologis berdasar pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia. Secara epistemologis berdasar sebagai suatu pengetahuan intern struktur logis dan konsisten implementasinya. Secara aksiologis berdasar pada yang terkandung di dalamnya, hirarki dan struktur nilai, di dalamnya konsep etika yang terkandung.
2.      Secara das sein, sila-sila dalam pancasila merupakan realitas yang tumbuh subur berabad-abad di bumi nusantara. Pemeliharaan aspek-aspek tesebut selama berabad-abad merupakan bidang pendidikan, baik formal maupun nonformal, yang makin memperkokoh landasan bernegara. Secara das sollen, jika dikaitkan dengan pendidikan, bisa dilihat dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, “memajukan kesejahteraan umum” dan “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
3.      Filsafat pancasila erat pula kaitannya dengan pendidikan kewarganegaraan. Pancasila bukan hanya sebagai ideologi negara dan dasar negara. Lebih dari itu adalah sebagai pandangan hidup bangsa dan kepribadian bangsa. Faktor-faktor tersebut  akan memeperkokoh identitas nasional.

2 komentar: